Home Rokok Sulitnya Berhenti Merokok
Sulitnya Berhenti Merokok PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Sabtu, 30 May 2009 12:22

Sulitnya Berhenti Merokokrokokokey.jpg


Merokok dianggap bisa menghilangkan stres, kejenuhan dan beragam alasan lainnya. Merokok memperpendek usia ! Nyatanya,  banyak juga mereka yang merokok berusia panjang.

Cerita itu merupakan sekelumit ungkapan para perokok  untuk merasionalisasikan kebiasaan merokok itu menguntungkan , bukan sebaliknya. Rokok memang bukan barang baru , karena sudah ada  sejak berabad-abad tahun sebelum masehi. Bahkan,  kabarnya rokok sudah dikonsumsi orang sejak zaman batu.

Namun, kebiasaan merokok masih tetap saja berlangsung hingga saat ini. Padahal,  sudah banyak penelitian, pengalaman,  cerita rakyat, penyuluhan baik lewat media cetak maupun elektronik, melalui sekolah,  pesantren, kelompok pengajian dan organisasi kemasyarakatan lain yang mengungkapkan merokok itu  merusak dan merugikan kesehatan.

Merokok bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan janin. Merokok juga membuat lemah syahwat  dan kepikunan dini. Meski begitu, hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Jumlah perokok baru terus bertambah dan berlipat ganda dibanding mereka yang berhenti.

Sumber malapetaka

Nikotin hampir mirip dengan narkoba dan sejenisnya. Nikotin akan menyebabkan  tubuh, sistem syaraf,  biologis maupun psikologis dan sistim hormonal dipengaruhi, sehingga akan merusak semua sistim dalam tubuh. Sistim tersebut kehilangan kontrol, termasuk sistem sel-sel tubuh dimana suatu ketika timbul sel yang tidak terkontrol  atau disebut sel liar. Lazim dalam dunia kedokteran disebut sebagai sel ganas atau sel kanker yang tanpa kompromi terus berkembang, sering berakhir dengan kematian.

Nikotin akan menyebabkan seseorang ketagihan, ada sesuatu yang hilang, gelisah tidak bisa tidur, tidak konsentrasi serta kehilangan semangat. Semua hal itu segera hilang bila seseorang menghisap rokok kesayangannya.

Pokoknya, ia merasa tidak bisa hidup tanpa rokok. Bahkan lebih baik tidak makan asal merokok. Begitu seluruh para pecandu rokok. Tubuhlah sebenarnya yang meminta rokok,  bukan individu atau orangnya. Pada jam-jam tertentu tubuh akan merangsang sistim hormon dan saraf sedemikian rupa, sehingga niat untuk  merokok timbul. Maka, segala cara dan usaha dilakukan untuk mendapatkan rokok.

Semua ini akibat adanya nikotin dalam rokok yang dari hari ke hari terus merangsang dan membuat sel-sel tubuh ,  sistem saraf serta hormon selalu membutuhkan nikotin agar dapat bekerja sesuai kehendak atau sistim baru yang dibuat oleh nikotin. Perokok pun tidak bisa lepas dari rokok.

Ratusan bahkan ribuan zat beracun dalam rokok hanyalah pelengkap saja yang dapat merusak kesehatan. Nikotinlah sebetulnya sebagai biang kerok. Jadi, karena nikotinlah seseorang sulit untuk berhenti merokok. Sebab, nikotinlah seseorang  yang tadinya mulai berhenti merokok, kemudian kembali lagi merokok.

Peringatan hari tidak merokok se-dunia tidaklah punya arti sama sekali jika persoalan nikotin ini sama sekali  tidak di sentuh. Menurut penulis,nikotin mungkin dapat disejajarkan dengan narkoba dan sejenisnya. Karena itu,hindari rokok dan jangan ragu untuk berhenti merokok.

Sumber : Dr.H.M.Edial Sanif, SpJP. FIHA, Mitra Dialog. Mei 2009.

 

.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 15 September 2009 16:23
 

MALALARADIO 105.2 FM