Home Olahraga Pencegahan Serangan Jantung Tak Cukup dengan Olah Raga
Pencegahan Serangan Jantung Tak Cukup dengan Olah Raga PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Senin, 02 Maret 2009 16:06
Pencegahan Serangan Jantung sepeda_2.jpg
Tak Cukup dengan Olah Raga

Ada yang menganggap merokok boleh jalan terus asal diimbnagi dengan olah raga secara teratur. Begitu juga, tak masalah makan yang mengandung kadar lemak tinggi atau ngemil , karena sudah rajin berolah-raga.


Sebagian masyarakat berpandangan, olah raga adalah segalanya. Olah raga dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Pandangan seperti ini perlu diluruskan. Kurang olah raga merupakan salah satu dari sekian banyak faktor risiko penyakit jantung, selain merokok, kencing manis, hipertensi, obesitas,  stres dan hiperkolesterol.

Olah raga merupakan faktor risiko independen. Artinya  olah raga tidak bisa menggantikan atau menghapuskan faktor risiko lain. Jika seseorang berolah-raga secara teratur namun tetap saja merokok, obesitas, hipertensi dan stres, maka serangan jantung masih tetap tinggi.

Selain mengatasi faktor risiko tersebut diatas, istirahat dan tidur yang cukup  juga diperlukan bagi seseorang  agar terhindar dari penyakit jantung.  Studi yang dilakukan Occupational and Environmental Medicine, mereka yang bekerjanya lebih dari 10 jam sehari atau 60 jam seminggu, mempunyai risiko serangan jantung 2 sampai 3 kali lebih besar dibanding yang bekerja 8 jam sehari atau 40 jam dalam seminggu.

Begitu juga bagi mereka yang tidurnya kurang dari 7 jam sehari mempunyai resiko serangan jantung 4 kali lebih besar dibanding yang tidurnya diatas 8,5 jam dalam sehari.

Penelitian lain yang dilakukan American Heart Association , menyebutkan mereka yang tidur nya kurang dari 5 jam sehari mempunyai risiko terjadinya tekanan darah tinggi lebih besar dibanding dengan yang tidurnya lebih dari 5 jam sehari.

Jika seseorang dengan jam kerja lebih panjang  berarti waktu istirahat dan waktu tidur akan berkurang .Hal ini akan berakibat terjadinya kenaikan denyut jantung, meningginya tekanan  darah, stres kronis bagi fisik dan psikis yang selanjutnya akan mengganggu fungsi otot jantung. Menurut laporan The British Medical Journal, semua hal tersebut di atas dapat memicu  terjadinya serangan jantung.

Maka dari itu, olah raga saja tidak cukup untuk mencegah serangan jantung, tapi  harus dibarengi dengan  mengendalikan faktor risiko lainnya dan disertai dengan istirahat dan tidur yang cukup.

Sumber : Dr.Edial Sanif, SpJP.FIHA. Mitra Dialog. Februari 2009.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 18:58
 

MALALARADIO 105.2 FM