Home Olahraga Tenis Amankah Buat Penderita Jantung?
Tenis Amankah Buat Penderita Jantung? PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Selasa, 17 Februari 2009 23:59

Tenis  Amankah Buat Penderita Jantung?tenis_1.jpg

Di Amerika, satu setengah juta orang mengalami serangan jantung tiap tahun.Kurang dari separuhnya yang selamat, yaitu 700.000 orang. Seratus ribu orang lagi meninggal dalam 5 menit pertama serangan jantung  dan 350.000 orang meninggal sebelum sampai ke rumah sakit.


Olah raga merupakan salah satu usaha untuk memperkecil resiko terjadinya serangan jantung. Banyak jenis dan macam olah raga, namun yang dianjurkan adalah aerobik. Aerobik merupakan olah raga yang dapat memacu denyut jantung, dan menaikkan tekanan darah serta menggerakkan otot-otot besar, seperti tangan, kaki, dan badan.Tenis ( tenis lapangan) termasuk dalam kelompok olah raga aerobik .

Suatu penelitian yang dilakukan di Universitas John Hopkins, yang melibatkan lebih dari 1.000 siswa, menyebutkan, mereka yang aktif tenis mempunyai risiko serangan jantung lebih kecil dibanding yang bukan olah raga tenis. Hasil penelitian ini dimuat dalam majalah  American Juornal of Sport Medicine tahun 2002.

Namun, hasil  suvei ini kemudian banyak dipertanyakan kembali oleh para pakar kesehatan, mengingat makin banyaknya kejadian serangan jantung yang justru terjadi saat olah raga tenis berlangsung.

Arthur Ashe, juara tenis Wimbledon dan American Open Champion , mengakhiri kariernya  karena serangan jantung. Frank (59 tahun, seorang pengusaha) mengalami serangan jantung saat ganti pakaian beberapa saat  setelah olah raga tenis,  John (43 tahun, ahli ekonomi yang sukses) yang sedang dipromosikan menduduki jabatan bergengsi  diperusahaannya, mengalami serangan jantung 2 jam setelah olah raga tenis, serta James Doherty, petenis muda yang baru berusia 13 tahun, yang sedang mengikuti  sekolah tenis ternama di Hazzel-wood Tennis Academy di Enfield, Middlesex, Inggris, dimana ia telah memenangkan beberapa turnamen, namun ambisinya menjadi petenis profesional kandas setelah ia mengalami serangan jantung saat berada di lapangan tennis.

Amankah tenis buat penderita jantung? Semua olah raga baik buat kesehatan,namun punya resiko.Hal ini tergantung dari kondisi kesehatan masing- masing individu.Tenis termasuk dalam kelompok olah raga aerobik, dimana terjadi kenaikan denyut jantung dan tekanan darah selama olah raga serta dapat membakar kalori sekitar 300 kalori selama setengah jam permainan tunggal.

Faktor Emosi

Tenis juga merupakan olah raga kompetisi, sehingga faktor emosional juga mempengaruhi sistem kardiovaskuler. Olahraga akan memacu pelepasan adrenalin oleh tubuh, dengan adanya faktor emosional maka jumlah adrenalin yang diproduksi oleh tubuh akan lebih banyak lagi.

Adrenalin ini akan memicu serangan jantung melalui dua mekanisme, yaitu merangsang pembekuan darah dan mengkerutkan pembuluh darah (spasme).Selain itu, adanya gerakan refleks yang tiba-tiba pada olah raga tenis akan menambah deretan risiko serangan jantung bagi penderita jantung, dimana rongga dinding pembuluh darahnya sudah menyempit karena adanya timbunan lemak dan sebagainya.

Tidak adanya keluhan atau gejala penyakit jantung, bukan berarti Anda bebas dari penyakit jantung. Hasil penelitian menunjukkan, pria  usia diatas 40 tahun rata-rata sudah terjadi penyempitan pembuluh darah sekitar 70%.

Adanya kontroversi dari ulasan diatas kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi yang maniak tenis. Bagi yang berusia diatas 40 tahun agar tetap hati-hati. Pemanasan dan pendinginan tetap dijalankan sebagaimana lazimnya pada semua bentuk olahraga. Bagi yang sudah menderita penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi kepada dokter agar resiko olah raga tenis dapat diperkecil.

Sumber : Dr.H.M.Edial Sanif,SpJP.FIHA. Mitra Dialog. Februari 2009.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 18:58
 

MALALARADIO 105.2 FM