Home Olahraga Tetap Olah Raga di Bulan Ramadhan
Tetap Olah Raga di Bulan Ramadhan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Kamis, 10 September 2009 03:56
Tetap Olah Raga di Bulan Ramadhan

            Puasa ramadan sering dipakai sebagai alasan untuk meninggalkan pekerjaan fisik termasuk kegiatan olah raga. Kondisi lelah,capei, haus dan lapar mungkin alasan yang dirasionalisasikan   untuk  meninggalkan sesuatu yang sebenarnya masih dapat dilakukan.

{mosimage}{mosimage}Bahkan, justru dapat membantu kesehatan fisik maupun psikis jika tetap dilakukan selama Ramadhan.  Olah raga akan dapat mempertahankan kebugaran jika dilakukan secara baik, teratur, terukur, terencana dan pada waktu dan  porsi yang tepat.

            Olah raga di bulan Ramadhan  dapat mempertahankan kebugaran, dimana  Otot-otot serta  sendi akan tetap lentur. Kemapuan refleks tetap dapat dipertahankan, daya tahan tubuh dapat ditingkatkan atau minimal tetap terjaga.  Jika seseorang tidak melakukan aktifitas selama satu bulan maka terjadi penurunan kebugaran sebesar 30 sampai 40 persen , ini merupakan angka yang sangat fantastis, tentu hal ini dengan segala konsekuesinya.

            Waktu

Menjelang berbuka puasa antara pukul 16.00 - 17.00 WIB, merupakan waktu  yang  baik melakukan olah raga, Jika terjadi kelelahan atau rasa lapar (biasanya karena tubuh kekurangan kalori/ kadar gula darah turun) atau rasa haus yang agak berat (merupakan tanda tubuh kekurangan cairan),  hal tersebut akan segera diatasi  saat berbuka yang waktunya sebentar lagi. Bila dilakukan pada pagi hari, waktu berbuka relatif masih  lama. Olah raga dapat dilakukan selama 30 sampai 45 menit, selang sehari  untuk memberi tubuh istirahat satu hari. Jenis olah raga dapat berupa aerobik seperti senam, jogging, serta peregangan otot. Hindari olaha raga yang bersifat kompetisi. Jangan lupa melakukan pemanansan dan pendinginan dalam setiap melakukan olah raga.  Lalu, bagaimana  jika dilakukan pada malam hari? Olah raga dapat saja dilakukan pada malam hari, yaitu setelah salat Tarawih, sekitar pukul 21.00 WIB sampai 22.00 WIB. Jangan melakukan olah raga setelah pukul 22.00 WIB. Kenapa? sebab jika dilakukan setelah pukul  22.00, WIB, akan mengganggu tidur, Dimana seseorang baru boleh tidur paling sedikit 2  jam setelah olah raga.  jika kurang maka akan terjadi gangguan tidur.  Selain itu setelah pukul 22.00 WIB,  jam biologis tubuh (waktu sirkadian). Dimana mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB,  tubuh secara otomatis dan alami akan membutuhkan istirahat. Olah raga dapat juga dilakukan menjelah sahur. Namun, jika seseorang sudah terbiasa olah raga pagi hari, maka  dapat saja dilakukan. Tapi, intensitasnya haruslah dikurangi.  Yang lebih penting adalah bahwa olah raga bersifat individu. Mengenai jenis, dosis, frekuensi dan  intensitas tergantung dari kondisi kesehatan masing-masing orang. Yang perlu diketahui, tujuan olaha raga selama ramadhan adalah mempertahankan kebugaran dan daya tahan tubuh tanpa menggangu  ritual keagamaan sesuai ketentuan dan ajaran agama. Selamat mecoba...!

DR.H.M.Edial Sanif, SPJP,FIHA (Mitra Dialog,29 Agustus 2009).

 

 
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 19 May 2010 23:10
 

MALALARADIO 105.2 FM