Home Olahraga TETAP BEROLAHRAGA SELAMA PUASA
TETAP BEROLAHRAGA SELAMA PUASA PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 16 September 2008 05:32
TETAP BEROLAHRAGA SELAMA PUASA

senam3_1.jpgMau sehat ? Anda tentu harus rajin olahraga. Tak berlebihan jika olahraga merupakan kebutuhan pokok manusia . Dengan olahraga secara teratur, maka akan meningkatkan kebugaran. Anda bisa melakukan olahraga selang sehari, selama 30 sampai 60 menit setiap hari latihan.

Olahraga teratur juga meningkatkan stamina /daya tahan tubuh, rasa percaya diri dan daya ingat yang semakin kuat, mengurangi stress, kemampuan seksual, memperlancar peredaran darah. Selain itu meningkatkan kolateralisasi, yaitu berkembangnya pembuluh darah kecil/mikrosirkulasi di jantung, ginjal, dan organ lainnya, sehingga mengurangi risiko serangan jantung.
Lalu, bagaimana dengan olahraga di bulan Ramadhan? Olahraga selama puasa ramadhan sebaiknya tetap dikerjakan. Sebab, hal ini akan menambah kebugaran, mempertahankan daya tahan tubuh serta manfaat lainnya. Namun waktu pelaksanaan, jenis olahraga, dosis dan waktu olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi puasa.

Senam ringan

Jangan melakukan olahraga berat selama puasa. Sebab akan menguras tenaga, kekurangan cairan atau dehidrasi, apalagi jika tinggal daerah iklim panas. Cukup olah raga ringan seperti senam ringan, jalan dan jogging selama 20 s/d 30 menit.
Waktu pelaksanaan olahraga: 1) Saat menjelang buka puasa, jika haus atau lemas karena kurangnya kadar gula dalam darah hanya berlangsung beberapa saat saja. Waktu berbuka dapat segera diatasi dengan minum minuman manis. Berbeda jika olahraga yang dilakukan pagi atau siang hari. Jika terjadi haus atau lemas tentu akan menimbulkan masalah, karena waktu berbuka puasa masih lama. 2) Usai salat tarawih 3) Menjelang sahur.
Bila olahraga menjelang berbuka puasa tentu harus menyesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika rasa lemas dan haus cukup mengganggu, ini merupakan bahasa tubuh atau gejala kita kekurangan cairan dan gula darah. Maka sebaiknya olahraga tidak dilakukan. Selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan batin.

Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP/ Dialog/Agustus 2008.


Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 18:50
 

MALALARADIO 105.2 FM