Home Obat-obatan Kapan Saatnya Berhenti Minum Obat
Kapan Saatnya Berhenti Minum Obat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Jumat, 05 Desember 2008 14:25

Kapan Saatnya Berhenti Minum Obat

024a_th.jpgObat itu racun. Obat itu merusak ginjal. Obat itu zat kimia yang merusak tubuh. Jika sudah tidak ada keluhan, stop minum obat! Kalimat tersebut sering kita dengar di masyarakat, baik bagi mereka yang terpelajar maupun di kalangan terpelajar non medis.
Ungkapan itu lebih gencar jitu serta cepat beredar ketimbang petugas medis yang mengampanyekannya. Mereka sering mengkonsumsi obat kebanyakan pasien dengan penyakit tertentu, seperti hipertensi, jantung, diabetes lainnya.
Stop obat memang  harus dilakukan sepanjang dokter menghendaki atau bisa saja pasien yang mengusulkan  kepada dokter karena berbagai alasan. Di Amerika, hampir 50% mereka yang menderita hipertensi berhenti minum obat karena bermacam alasan.
Bahkan hasil penelitian yang dilakukan Leonar H dan kawan-kawan dari University of Pittsburg School of Medicine  di Pennsylvania, Amerika, menemukan sekitar 79% pasien stop minum obat sebelum diperintahkan berhenti oleh dokter.
Hal tersebut tentu mengejutkan kalangan medis mengingat bahaya yang akan timbul jika seseorang  menyetop obat sebelum waktunya. Hasil penelitian ini dilansir pada tahun 1978 di Journal of Applied Behavior Analysis. Bagi pendeita hipertensi yang menyetop obat sedangkan tekanan darahnya masih tinggi, maka menurut hasil penelitian 70% akan terjadi pembengkakan jantung yang berakibat gagal jantung dan serangan, 20% akan terjadi stroke, 5% terjadi kebutaan dan ketulian.

Ini tentu sangat merugikan jika dibanding dengan mereka yang rutin minum obat. Mereka yang menyetop minum obat dapat disebabkan:

  1. Penyakitnya tidak dapat sembuh walau minum obat
  2. Efek samping obat yang sangat mengganggu, seperti sakit kepala, mual, nyeri ulu hati, alergi impotensi dan sebagainya
  3. Tidak ada biaya
  4. Tidak mengerti tentang bahaya jika tidak  minum obat
  5. Pengaruh teman atau tetangga
Jadi jika ada yang mengatakan obat itu racun, benar jika dosis dan cara pemakaiannya tidak sesuai ketentuan. Obat itu merusak ginjal, benar jika indikasi  dan pemberiannya tidak disesuaikan dengan kondisi pasien.
Mereka yang menderita hipertensi dengan komplikasi gagal jantung, jika tidak diobati, maka 50% dari mereka  akan meninggal pada 5 tahun kemudian. Mulai sekarang, sebaiknya tidak menyetop minum obat sebelum dikonsultasikan ke dokter Anda.


Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp. JP, FIHA. Mitra Dialog. November 2008.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 30 Januari 2009 17:45
 

MALALARADIO 105.2 FM