Home Koroner “Cardiac Arrest” Mengancam Penderita HIV – AIDS
“Cardiac Arrest” Mengancam Penderita HIV – AIDS PDF Cetak Surel
Senin, 20 Juli 2009 07:11

oleh Dr.H.M.Edial Sanif, SpJP, FIHA

penderita HIV –AIDS dari hari ke hari  terus bertambah, semua golongan umur, usia muda (anak sekolah), dewasa maupun usia lanjut, semua kelompok masyarakat, kaya- miskin, semua etnis serta semua penganut  agama apapun dapat terkena HIV – AIDS.

 

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh.
Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Sehingga seseorang yang menderita flu atau pilek ringan saja bisa menyebabkan kematian.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan.

Menyerang jantung.
Dengan ditemukannya HAART (Highly active antiretroviral therapy), maka penderita HIV-AIDS akan mengalami masalah baru yaitu problem kardiovaskuler, mereka akan masuk dalam kelompok penyakit degeneratif seperti halnya hipertensi, kanker, diabetes dan penyakit jantung koroner.
Pemberian obat HAART akan mempengaruhi enzim protease inhibitor dalam metabolisme lipid dan glukosa darah serta pengaruhnya
terhadap terjadinya prematur penyakit vaskuler dan jantung.
Mereka yang mengidap virus HIV sering mempunyai kadar Trigliserid yang tinggi dan kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah, respons tubuh terhadap insulin berkurang, sehingga terjadinya penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) lebih dini pada penderita HIV. Masalah infeksi dan peradangan akan mengenai otot jantung, seperti perikarditis, miokarditis dan endokarditis (yaitu infeksi dan peradangan pada semua lapisan otot jantung) yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal jantung, dari semua hal tersebut diatas akan menambah deretan resiko terjadinya  “Cardiac Arrest” (jantung mendadak berhenti berdenyut) pada penderita HIV-AIDS.
Penelitian yang dilakukan oleh : CarlGrunfeld, professor of medicine at the University of California at SanFrancisco and an endocrinologist at the San Francisco VA MedicalCenter.  Sebanyak 433 penderita HIV yang dilakukan pemeriksaan USG
pada arteri Karotis (pembuluh arteri dileher), ditemukan adanya pengerasan dan penebalan dibanding mereka yang tidak terkena virus HIV, hal ini menunjukkan adanya penyakit jantung koroner pada penderita HIV, sehingga resiko serangan jantung, cardiac arrest dan stroke akan meningkat. Mereka yang mengalami cardiac arrest pada beberapa rumah sakit di Amerika ternyata positif mengidap HIV, Adanya kenyataan yang menyebutkan penderita HIV – AIDS dapat  meninggal mendadak oleh cardiac arrest dengan atau tanpa keluhan jantung sebelumnya, diharapkan setiap individu dapat berperilaku hidup sehat dan menjaga diri dari terjangkitnya virus HIV.

 

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 18 Agustus 2010 01:53
 

MALALARADIO 105.2 FM