Mengetahui Terjadinya Serangan Jantung Cetak
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Jumat, 03 Juli 2009 22:19

Serangan jantung terjadi bila ada gangguan aliran darah koroner sebagian atau total. Sehingga otot jantung  mengalami  kekurangan oksigen atau tidak  mendapatkan aliran darah sama sekali.

 

Sumbatan tersebut disebabkan gumpalan darah ( trombus/clots). Hasil penelitian, hampir  90 % serangan jantung disebabkan oleh clots. Clots terjadi akibat komponen darah (platelet) saling berikatan satu sama lain dan membentuk gumpalan darah (clots).

Bila clots ini menyumpat arteri koroner jantung, maka terjadilah serangan jantung. Jika clots ini terjadi di otak, maka terjadilah stroke. Clots ini dapat dicegah dengan pemberian obat-obat tertentu, seperti aspirin, clopidogrel, ticlopidine, cilostazol dan sebagainya.

Pembentukan plaque

Berbagai faktor , seperti  lemak,  kolesterol, kalsium dan lain sebagainya , saling mempengaruhi  dan berikatan yang selanjutnya membentuk benjolan (plaque) pada dinding pembuluh darah koroner.

Apabila flaque ini robek atau pecah, akan mengeluarkan zat yang mengakibatkan komponen darah (platelet) saling berikatan /lengket  satu sama lainnya. Sehingga, akan menggumpal  (clots) dan menyumbat pembuluh  darah koroner. Maka , terjadilah   serangan jantung.

Dengan uraian diatas maka timbul pertanyaan  apakah setiap orang  yang menderita penyakit  jantung koroner  harus minum obat pengencer darah? Jika ia, sampai kapankah  harus minum obat ?

Aspirin direkomendasikan  oleh organisasi jantung Amerika (AHA). Setiap penderita jantung  diwajibkan minum aspirin atau bisa saja jenis obat pengencer  darah lainnya. Hal tersebut sangat tergantung dari kondisi pasien masing-masing.

Pemberian  obat pengencer darah tersebut  akan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung  ulang  (sebagai pencegahan sekunder) atau dapat diberikan  bagi mereka yang belum mengalami  serangan jantung, tetapi mempunyai resiko tinggi  terkena serangan jantung. (pencegahan primer).

Obat ini tentunya harus diminum seumur hidup dan pemberian obat ini harus atas rekomendasi dokter.

Apabila terjadi perdarahan  (seperti mimisan, air kencing berwarna merah atau bintik-bintik merah dikulit) atau terjadi mual, kembung atau nyeri lambung, jangan mengambil tindakan sendiri . Segera berkonsultasi kepada dokter . Dokter tentunya akan  mempertimbangkan langkah yang terbaik untuk Anda.

 

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 18 Agustus 2010 01:53