Home Kaki Bengkak Kaki Bengkak Tanpa Sesak Napas
Kaki Bengkak Tanpa Sesak Napas PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 18 Februari 2008 03:00
 Kaki bengkak dapat merupakan gejala penyakit jantung.

Sumitro (bukan nama sebenarnya), adalah salah seorang pegawai BUMN (badan usaha milik negara ) yang cukup terkenal di wilayah Cirebon. Beberapa hari yang lalu ia merasa kaget, cemas dan khawatir, karena oleh dokter perusahaan dinyatakan menderita penyakit jantung, dimana terjadi pembesaran atau pembekakan jantung (Cardio Thorasix Ratio “CTR” lebi bsar dari 75%, untuk ukuran normal CTR lebih kecil dari 50% ).

Sumitro yang berperawakan gagah perkasa, dengan berat badan sekitar 80 Kg dan tinggi 170 Cm, yang biasanya selalu ceria dan tawa yang khas tiba-tiba saja berubah jadi berpenampilan lemas, tidak bersemangat dan dari rawut wajahnya kelihatan sedih dan stress. Hal ini dapat dimaklumi karena, baru sekarang ia mengetahui jantungnya membengkak alias menderita penyakit jantung, sedangkan dua tahun lagi sumitro akan memasuki usia pensiun. “Kenapa hal ini bisa terjadi dokter? Saya kan tidak pernah merasakan adanya sesak napas, berdebar-debar, apalagi yang namanya nyeri dada seperti halnya yang dirasakan oleh teman-teman saya yang menderita sakit jantung,” demikian sebagian pertanyaan yang disampaikan Sumitro kepada dokternya, seakan ia tidak percaya bahwa ia telah menderita penyakit jantung.

Selama ini Sumitro memang menderita tekanan darah tinggi, tekanan darahnya berkisar sekitar 170/100 mmHg. Mereka yang menderita hipertensi, hampir 70% akan mengalami pembengkakan jantung disamping menderita penyakit jantung koroner. Selain hipertensi, kelainan bawaan, kelainan otot jantung (kardiomiopati), penyakit jantung rematik, penyakit jantung koroner serta olah raga berat dapat menyebabkan pembengkakan jantung, tetapi pembengkakan jantung olehkarena olahraga merupakan pembengkakan jantung yang normal atau fisiologis. Disamping menderita hipertensi Sumitro juga minum obat tidak teratur, jarang mengontrol tekanan darah, hal ini oleh karena Sumitro memang tidak pernah merasakan adanya keluhan sama sekali.

Sumitro bukanlah satu-satunya orang yang menderita sakit jantung tanpa keluhan, ratusan bahkan mungkin ribuan orang di Cirebon menderita sakit jantung tanpa keluhan, istilah kedokterannya lazim disebut sebagai ” penyakit jantung asimptomatik “, atau penyakit jantung tersembunyi atau ” silent “. Penyakit jantung asimptomatik tedapat dua jenis, yang pertama disebut penyakit jantung asimptomatik absolut, artinya seseorang yang menderita penyakit jantung, tetapi samasekali tidak merasakan adanya gejala atau keluhan penyakit jantung. Sedangkan jika ia merasakan sebagian gejala atau gejalanya tidak khas, maka disebut penyakit jantung asimptomatik parsial. Hal seperti ini dapat terjadi oleh karena sistem alarm yang mengantarkan informasi dari organ jantung ke dinding dada atau sebaliknya tidak berfungsi dengan baik.

Gangguan sistem alarm ini dapat terjadi pada beberapa hal, diantaranya:

  1. Menderita penyakit kencing manis atau diabetes, hampir tiga puluh persen penderita diabetes akan mengalami gangguan fungsi alarm, sehingga apabila mereka mempunyai penyakit jantung tidak akan mengalami keluhan nyeri dada seperti yang dialami penderita penyakit jantung koroner lainnya
  2. Neuropati, yaitu gangguan saraf lokal ( disekitar dada), sehingga fungsi alarm rasa sakit juga terganggu
  3. Paska operasi pintas jantung koroner (CABG = Coronary Artery Bypass Graft), hal ini akibat terputusnya saraf yang menghubungkan jantung dengan dinding dada atau sebaliknya
  4. Denial, yaitu menolak adanya rasa sakit didada, hal ini biasanya berhubungan dengan kepentingan tertentu
  5. Kepribadian atau persepsi yang salah tentang nyeri dada
  6. Ganguan fungsi alarm sejak lahir
  7. Akibat infeksi kuman atau firus tertentu pada jantung atau dinding dada.
Sekarang timbul pertanyaan apakah kerugian atau keuntungan apabila seseorang menderita gangguan sistem alarm? Keuntungannya adalah mereka akan mempunyai kualitas hidup lebih baik, mereka dapat melakukan aktifitas fisik lebih leluasa karena tidak terganggu oleh keluhan-keluhan sesak napas atau nyeri dada yang menjengkelkan. Sedangkan kerugiannya adalah bahwa apabila jantung kekurangan oksigen atau apabila jantung sudah mulai lemah, dan keadaan ini kemudian diinformasikan kedinding dada sebagai keluhan nyeri dada atau sesak napas, tetapi karena sistem alarmnya rusak, maka informasi ini tidak sampai atau penderita tidak akan merasakan keluhan nyeri dada atau sesak napas tersebut, sehingga penderita yang seharusnya menghentikan pekerjaan atau olahraga, malah terus saja, bahkan meningkatkan aktifitas fisik atau olah raga yang sedang dilakukan, kadang kala saking asiknya olahraga, tiba-tiba penderita jatuh pingsan dan lebih buruk lagi pada beberapa kejadian sampai meninggal mendadak pada saat olah raga tenis, sepak bola, badminton, saat main poli, atau jogging dipagi hari.

Apakah penyakit jantung asimtomatik ini bisa disembuhkan? Penyakit jantung koroner dan hipertensi dapat disembuhkan, akan tetapi sistem alarm tidak perlu diobati, yang penting adalah mencoba mengenali keluhan -keluhan yang tidak spesifik pada diri kita masing-masing, seperti rasa kesemutan didada atau punggung, rasa pegal, napas tidak lega, atau cepat lelah pada saat aktifitas fisik atau pada kegiatan olah raga, yang sebelumnya tidak bermasalah. Kurangi aktifitas fisik, jangan teruskan aktifitas atau berhenti sejenak jika timbul keluhan tidak spesifik. Untuk menghindari kejadian yang dialami Sumitro dimana penyakit jantungnya baru diketahui setelah jantungnya membengkak, maka sebaiknya anda memerikasakan diri ke dokter pribadi anda untuk memastikan bahwa anda tidak menderita penyakit jantung asimtomatik. Bagi mereka yang berusia 40 tahun keatas, minimal setahun sekali dan lebih baik lagi jika pemeriksaan jantung dilakukan dengan tes treadmil dan ekokardiografi, dimana kedua pemeriksaan ini mempunyai ketepatan atau akurasi yang lebih tinggi dibanding hanya pemeriksaan dengan EKG saja.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 19:32
 

MALALARADIO 105.2 FM