Home Hipertensi Anak pun Bisa Terkena Hipertensi
Anak pun Bisa Terkena Hipertensi PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Sabtu, 13 Desember 2008 18:03
Anak pun Bisa Terkena Hipertensi

anak2.jpgAh masa sih anak saya menderita hipertensi, kan masih kecil?
Hal ini dilontarkan secara spontan oleh Ibu Neny yang merasa
ragu atas hasil diagnosa mengenai apa yang diderita anaknya yang
baru duduk dibangku kelas 2 SD

. Pendapat ibu Neny ini mungkin juga merupakan pendapat sebagaian besar masyarakat, bahwa  hipertensi (tekanan darah tinggi) itu merupakan penyakitnya orang dewasa atau mereka yang telah berusia lanjut. Terdapat sekitar 1 sampai 3% anak-anak menderita hipertensi. Pada orang dewasa jumlah yang menderita hipertensi jauh lebih besar, dimana satu dari empat orang dewasa menderita hipertensi.
Hipertensi pada anak-anak perlu mendapat perhatian serius, mengingat komplikasinya pada organ tubuh lain sangat besar, seperti pembengkakan jantung, gangguan ginjal, gangguan saraf, gangguan penglihatan sampai dapat terjadinya kebutaan. Sama seperti halnya orang dewasa, hipertensi pada anak-anak ada dua macam yaitu hipertensi primer atau hipertensi esensial, dimana penyebabnya tidak jelas. Kemudian, hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang sebabnya diketahui, seperti ginjal penyebab tersering (infeksi ginjal, penyempitan pembuluh arteri ginjal/ stenosis arteri renalis, penyakit auto imun), kelainan jantung dan pembuluh darah seperti (koartasio aorta) dan sebagainya.
Faktor risiko terjadinya hipertensi pada anak-anak yaitu obesitas (kegemukan), kurang aktivitas, konsumsi garam, lemak dan gula berlebihan, alkohol dan merokok, minum obat-obat kortikosteroid, bapak ibu perokok dan faktor keturunan.
Umumnya tanpa keluhan, namun pada kondisi tertentu dapat saja terdapat keluhan, seperti mimisan, penglihatan tiba-tiba menurun, mual-mual disertai sakit kepala yang tidak tahu sebabnya, berat badan yang tidak naik, sesak nafas dan nyeri dada, makan minum tidak ada nafsu serta pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat.
Beberapa ahli dan organisasi hipertensi internasional menganjurkan agar anak anak mulai usia 3 tahun dilakukan pengukuran tekanan darah setahun sekali untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Sehingga pembengkakan jantung, gagal ginjal, gangguan saraf dan kebutaan dini pada anak kita sebagai generasi penerus bangsa dapat dihindari.

Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP., FIHA. Mitra Dialog. Desember, 2008.


Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 19:33
 

MALALARADIO 105.2 FM