Home Hipertensi Spironolactone untuk hipertensi tidak terkontrol
Spironolactone untuk hipertensi tidak terkontrol PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 18 September 2008 03:35
                     Spironolactone untuk hipertensi tidak terkontrol

       ALAT TENSI 14_1.jpgBanyak bukti menunjukkan bahwa pasien hipertensi hanya sebagian kecil dapat terkontrol, bahkan dinegara maju sekalipun tekanan darah masih jauh dari harapan untuk dapat mencapai target yang dihrapkan.

                     
              Pasien hipertensi dikatakan resisten terhadap pengobatan antihipertensi apabila tekanan darah tidak dapat terkontrol walaupun sudah diterapi menggunakan 3 macam obat antihipertensi. Kalau dokter bertemu kasus seperti ini, yang dilakukan pada umumnya adalah terus menambahkan dosis obat antihipertensi yang sudah diberikan, yang dengan sendirinya akan meningkatkan efek samping masing-masing obet antihipertensi yang diberikan. Beberapa penelitian memperlihatkan kegunaan dari spironolakton, yang dianggap sebagai diuretik yang lemah, yang dapat mengontrol tekanan darah pada pasien yang mengalami hipertensi yang tidak terkontrol.

Dalam penelitian, spironolakton dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada pasien dengan gagal jantung berat, serta dapat menurunkan tekanan darah dengan efektif pada pasien hipertensi dengan atau tanpa hiperaldosteronisme. Beberapa penelitian kontrol yang kecil memperlihatkan efektifitas pemberian spironolaktone pada pasien dengan hipertensi yang resisten.

Guideline yang disusun oleh British Hypertension Society merekomendasikan pemberian spironolakton kalau obat-obat antihipertensi lainnya gagal dalam mengontrol hipertensi.

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian spironolakton terhadap tekanan darah pada pasien-pasien yang mengikuti penelitian ASCOT-BPLA (Anglo-Scandinavian Cardiac Outcomes Trial-Blood Pressure Lowering Arm). Penelitian yang dilakukan:
Jumlah pasien : 1411 pasien dari penelitian ASCOT-BPLA, yang menerima spironolaktone sebagai obat antihipertensi tambahan pada pasien dengan hipertensi tidak terkontrol. Pasien yang disertakan dalam penelitian ini harus memiliki pengukuran tekanan darah yang valid sebelum dan selama dilakukannya terapi menggunakan spironolakton. Usia rata-rata adalah 63 tahun, 77% pasien pria dan 40% ada diabetes
Terapi : Spironolakton 25 mg (kisaran 25-50 mg)
Lama terapi : Durasi pemberian spironolakton: 1,3 tahun (kisaran 0.6-2.6 tahun) dan ditambahkan pada obat antihipertensi lainnya
Hasil penelitian :
  • Selama terapi, tekanan darah turun 21.9/9.5 mm Hg (95% CI: 20.8 to 23.0/9.0 to 10.1 mm Hg) dari 156.9/85.3 mmHg (SD: ±18.0/11.5 mmHg), dengan p<0.001.
  • Penurunan tekanan darah yang terjadi tidak bergantung pada umur, jenis kelamin, merokok dan status diabetes.
  • Spironolaktone ditoleransi dengan baik, 6% pasien yang menghentikan terapi karena efek samping. Efek samping yang paling sering terjadi adalah :
    • Ginekomastia 6%
    • Ketidak-nyamanan payudara dan gangguan biokomia (terutama hiperkalemia) 2%
Kesimpulan penelitian ini:
Spironolakton efektif menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol
Walaupun penelitian yang dilakukan ini tidak acak dan tidak control plasebo, namun data-data yang ada mendukung penggunaan spironolaktone pada pasien dengan hieprtensi tidak terkontrol.

Pada pasien dengan hieprtensi yang tidak terkontrol, dapat diberikan tambahan obat antihipertensi spironolakton dengan pengawasan ketat.

Spironolakton, obat yang sudah tua, namun masih bermanfaat dalam pengobatan hipertensi, sebagai obat antihipertensi tambahan pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol. Seperti sebuah kata bijak: “Be Not Too Fast to Cast the Old Aside” (jangan terlalu cepat membuang yang sudah tua)

Kesimpulan
  • Dalam penelitian dan didukung oleh British Hypertension Society guideline untuk hipertensi, pasien dengan hipertensi tak terkontrol (resisten) dapat diberikan terapi tambahan spironolakton
  • Pemberian spironolakton harus mendapatkan perhatian mengenai efek samping yang dapat terjadi.
  • “Be Not Too Fast to Cast the Old Aside”

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 19:54
 

MALALARADIO 105.2 FM