Home Ginjal Ginjal dan Jantung Berhubungan Sangat Erat
Ginjal dan Jantung Berhubungan Sangat Erat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Kamis, 02 April 2009 17:07

Ginjal dan Jantung Berhubungan Sangat Erat

 

Ginjal, merupakan salah satu organ tubuh  yang sangat penting, karena mempunyai fungsi yang beragam. Selain penyaring sisa metabolisme tubuh, ginjal juga sebagai penyeimbang cairan, elektrolit dan zat kimia tubuh, seperti sodium, kalium serta mengatur produksi urin.

Ginjal juga ikut berperan dalam pengaturan tekanan darah (hemodinamik).  Jika fungsi ginjal terganggu akan mengganggu sistem tubuh, baik sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem saraf, maupun sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Jika seseorang menderita gagal ginjal kronis (CKD, Chronic Kidney Disease), dimana pengeluaran cairan tubuh terganggu,  air kencing sedikit keluar sehingga terjadi penimbunan cairan dalam tubuh (volume overload). Peningkatan kadar ureum dan kreatinin, peningkatan kadar kolesterol serta penumpukan zat racun lainnya.

Berdasarkan penelitian sekitar 70% penyebab kematian penderita gagal ginjal yakni akibat penyakit jantung. Gagal ginjal akan menyebabkan terjadinya penyempitan dini pembuluh koroner, otot jantung akan mengalami gangguan  akibat volume cairan tubuh yang meningkat (volume overload), tekanan darah yang meningkat (pressure overload), adanya anemi pada penderita gagal ginjal akan mengganggu otot jantung dengan segala akibatnya. Begitu juga dengan adanya kadar ureum yang tinggi, kreatinin yang tinggi, kolesterol yang tinggi, gangguan elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, fosfor, serta menumpuknya zat-zat sisa metabolisme tubuh lainnya akan berakibat buruk buat jantung.

Jadi, gagal ginjal akan mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner lebih dini, dapat terjadi aritmia (gangguan irama jantung), gangguan otot jantung yang berlanjut menjadi pembengkakan jantung,  gagal jantung dan mati mendadak.  

Penyebab terjadinya gagal ginjal diantaranya karena infeksi, batu ginjal, hipertensi, reaksi autoimun, kelainan bawaan, penyempitan atau penyumbatan pembuluh arteri ginjal (arteri renalis) dan sebagainya.

Sebaliknya, jika seseorang telah menderita gagal jantung, dimana kemampuan otot jantung menurun sehingga jumlah darah yang dipompakan tidak mencukupi untuk keperluan tubuh, terdapat penurunan jumlah darah ke ginjal. Jika hal ini berlangsung lama maka fungsi ginjal juga akan terganggu.

Jadi, kedua organ ini mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. Oleh karena itu, bagi mereka yang menderita gagal ginjal haruslah juga menilai kondisi jantungnya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan begitu juga sebaliknya.         (Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.FIHA. Mitra Dialog. Maret 2009.)  

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 21 May 2009 10:21
 

MALALARADIO 105.2 FM