Home Ginjal
Ginjal
Ginjal dan Jantung Berhubungan Sangat Erat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Kamis, 02 April 2009 17:07

Ginjal dan Jantung Berhubungan Sangat Erat

 

Ginjal, merupakan salah satu organ tubuh  yang sangat penting, karena mempunyai fungsi yang beragam. Selain penyaring sisa metabolisme tubuh, ginjal juga sebagai penyeimbang cairan, elektrolit dan zat kimia tubuh, seperti sodium, kalium serta mengatur produksi urin.
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 21 May 2009 10:21
Selengkapnya...
 
Ginjal PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 12 September 2008 00:40
Ginjal terletak tepat di bawah tulang iga terbawah. Ginjal berbentuk seperti kacang koro dan berjumlah sepasang. Unit terkecil ginjal adalah nephron, normalnya berjumlah lebih dari sejuta dalam ginjal manusia

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:14
Selengkapnya...
 
Jangan Biarkan Ginjal Mengganjal PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 12 September 2008 00:30

Apakah Anda selalu merasa cepat lelah dan lemas, padahal Anda baru sebentar saja beraktivitas? Waspadalah, mungkin Anda terkena penyakit ginjal.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:15
Selengkapnya...
 
PASIEN DIALISIS JUGA PERLU OLAHRAGA PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2008 20:05
 

PASIEN DIALISIS JUGA PERLU OLAHRAGA
 

 

Seperti masyarakat umum, pasien haemodialisis (cuci darah) juga memerlukan aktivitas fisik dalam hal ini olah raga. Sebelum olah raga pastikan terlebih dahulu pasien mendapat informasi yang tepat serrta mempersiapkan fasilitas yang tepat dan terjamin  keamanannya. Olahraga jelas sangat menguntungkan, setidaknya dalam hal meningkatkan rasa percaya diri pasien akan kesehatannya.

Jangan pernah menganggap pasien dialisis tidak perlu dan tidak layak untuk berolahraga. Faktanya, banyak diantara mereka yang masih punya keinginan kuat untuk menggerakkan tubuhnya layaknya orang-orang kebanyakan. Semangat yang menggebu-gebu tersebut harus dilihat positif, dengan begitu tidak akan membuat mereka pasrah dengan kondisi kesehatannya.

Hal yang harus diperhatikan adalah kontrol diabetes atau hipertensi, kecukupan dialisis, dan irama jantung. Seperti lazimnya, sebelum berolah raga harus melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan latihan peregangan otot. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan resiko terluka karena jatuh, gerakan yang tiba-tiba dan risiko dari gerakan olahraga itu sendiri. Selain itu setelah berolahraga pasien harus melakukan pendinginan selama beberapa menit untuk menghindari penumpukkan darah ditempat tertentu.

Sebaiknya bagi mereka yang ingin berolahraga hendaknya membatasi dan menjaga diet. Olahraga bisa dilakukan selama 30 menit/sesi.

Dialisis ternyata bukanlah penghalang untuk tetap berolahraga. Kendati pasien dialisis memiliki kemampuan berolahraga lebih rendah dibanding orang-orang normal. The Housten Kidney Centers menyebut bahwa olah raga yang tepat bagi pasien cuci darah adalah olahraga ringan dengan intensitas rendah sampai sedang. Namun hal tersebut tak lepas dari pantauan dan evaluasi pasien secara menyeluruh. Dengan demikian manfaat yang didapat akan lebih maksimal. Untuk lebih jelasnya konsultasikan dengan dokter terkait.

 

Sumber : Ella, Tabloid Yagina.
 

 

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:05
 
NUTRISI SAKIT GINJAL PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2008 20:04
NUTRISI PADA SAKIT GINJAL
 

 

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) saat ini jumlahnya semakin banyak. Adanya peningkatan itu mengakibatkan risiko kejadian dan kematian akibat kardiovaskular pun menjadi tinggi. Tak terhitung pula biaya pengobatannya yang amat besar.

Untuk itu para ahli nefrologi (ilmu ginjal) sedang sangat giat mencari cara cepat untuk mengurangi kejadian PGK, ungkap DR. Dr. Suhardjono, Sp. Pada-KGH, KGer dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM. Penatalaksanaan nutrisi merupakan salah satu caranya. Dengan mengatur nutrisi dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal lebih lanjut, mencegah komplikasi dan mengurangi mortalitas (angka kematian).

Penurunan fungsi ginjal menyebabkan ketidakmampuan badan mengeluarkan sisa metabolisme,air dan elektrolit. Selain itu, juga mempengaruhi metabolisme protein, asam amino, karbohidrat, lipid dan keseimbangan radikal bebas dengan anti oksidanya. Sehingga penatalaksanaan nutrisi pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal amat berbeda. Lebih jauh Dr. Suhardjono menjelaskan bahwa sesuai dengan panduan yang ada,pengelolaan PGK dilakukan sesuai dengan tahap penyakitnya. Antara tahap 1-5 tidak akan sama karena adanya perbedaan kelainan perubahan keadan sel diginjal dan penurunan fungsinya dari masing-masing tahapan.

Untuk mendapatkan keseimbangan protein dianjurkan untuk mengkonsumsi protein dengan nilai biologik tinggi (NBT) pada dewasa sehat sebanyak 0,6 g/kg berat badan perhari. NBT biasanya didapatkan dari protein hewani seperti daging sapi/ayam, tapi tempe juga termasuk dalam golongan NBT. Perlu berhati-hati dalam memilih protein NBT. Biasanya bila diperoleh dari hewani maka dapat meningkatkan kadar lemak atau kolesterol. Untuk itu  sebaiknya pada pasien yang obesitas mengkonsumsi protein NBT yang berasal dari nanti saja.

Mengingat pada kenyataannya individu normal sehari -hari makan protein yang bervariasi - tidak melulu NBT, maka kecukupan protein dinaikkan sekitar 25 %  menjadi 0,8 g/kg BB/hari dengan kalori 35 kal/kgBB/hari. Namun pada anak pembatasan protein tidak bermanfaat untuk memperlambat perjalanan penyakit.

Pada tahap 1-4, natrium dibatasi sampai 2000 mg/hari, kalsium 1200 mg/hari, kalium dan fosfor disesuaikan pemeriksaan laboratorium pasien. Asupan air masih belum dibatasi, asalkan jumlah urin masih banyak. Sedangkan pada PGK tahap 5 semua asupan kalium dan fosfat, natriun, kalsium, dan air dibatasi. Asupan ini juga disesuaikan dengan jenis teknik dialisis yang dipilih. Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B dan C, pun diperlukan terutama pada pasien dialisis. Namun Dr. Suhardjono menekankan bahwa vitamin dosis tinggi sangat tidak dianjurkan.

 

Sumber : Dwi Yanti Anggraini, Taboid Yagina.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:06
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 2

MALALARADIO 105.2 FM