TERAPI MUSIK Cetak
Ditulis oleh dr.Edial Sanif   
Rabu, 06 Februari 2008 00:20
gitar.jpgMusik sudah merupakan suatu kebutuhan bagi kehidupan manusia, dan umumnya dipakai untuk dinikmati dan sebagai hiburan.
           Padahal musik sebenarnya punya peranan yang sangat luas seperti untuk pendidikan, motivasi, sosial, keagamaan, peperangan dan untuk kesehatan. Pada abat ke 9 sampai 14 masehi, terapi musik sudah dijelaskan oleh para ahli dari Mesir, iran, Azerbaijan, Turki, India, Cina dan Eropa. Diantaranya Abu Nasr al-Farabi, Al-Khorezmi, Ibn Sina(Avicenna), Safiyaddin Urmiyyayi,Phytagoras, Peter Huebner.
fiyaddin Urmiyyayi menyatakan bahwa musik dapat menghilangkan kelelahan, rasa capei, kecemasan, meningkatkan semangat dan membuat lebih mudah tidur bagi mereka penderita insomnia. Abu Nasr al-Farabi (tahun 873-950M) dalam bukunya, ''Great Book About Music'', mengatakan bahwa musik membuat rasa tenang/nyaman, sebagai pendidikan moral, mengendalikan emosi, pengembangan spiritual, menyembuhkan gangguan psikosomatik. Jika anda sakit kepala, silakan tiduran ditempat tidur  berbunga, dekat percikan dari tetesan air yang mengalir pelan, atau anda mengundang penyanyi dan bernyanyi dekat anda maka anda akan terdtidur pulas, kata Ibn Sina yang hidup sekitar tahun (980-1037M). Menurut Avicenna, ada empat pilar seni penyembuhan seseorang, yaitu : pemberian obat medis secara rasional dan efektif, terapi musik,  pengobatan psikoterapi, dan atau pembedahan,

          

Sistem Otak dan Musik

            Menurut para pakar bahwa tidak ada pusat musik '' music center'' dalam otak, namun sebagian besar sistem dalam otak akan ambil bagian dalam proses perekaman, pemerosesan berbagai jenis dan struktur musik dan melibatkan kemampuan emosi, kognitif dan motorik yang tinggi. Terdapat 3 sistem otak yang terlibat; 1. sistem otak yang mengpresentasikan emosi  2. sistem otak yang mempresentasikan kemampuan kognitif dan ke 3. sistem otak yang mengaktifkan dan mengontrol gerakan otot.

   1. Sistem otak yang mengatur Emosi.

Tempat utama musik adalah bahasa jiwa, ia mampu membawa emosi kearah mana saja. Kemungkinan tidak ada hati seseorang yang tidak dapat dipengaruhi oleh musik, bahasa musik dapat membuat seseorang familier dengan dunianya sendiri dan melatih untuk memakai kekuatan alam sendiri (the power of human inner) dengan cara-cara yang harmonis. ''Recording, Processing dan Speaking,'' dari bahasa musik akan merangsang sistem saraf yang akan menghasilkan suatu ''emosi''. Perangsangan sitem saraf ini mempunyai arti penting bagi pengobatan, selama sistem saraf ambil bagian dalam proses fisiologis. Dalam ilmu kedokteran jiwa, jika emosi tidak harmonis, maka akan mengganggu sistem lain dalam tubuh kita seperti : sistem pernapasan, sistem endokrin, sistem immune, sistem kardiovaskuler, sistem metabolik, sistem motorik, sistem nyeri, sistem temperatur dan lain sebagainya. Semua sistem tersebut diatas dapat bereaksi positif jika mendengar musik.

   1. Sitem otak yang mempresentasikan kemampuan kognitif.

Aktivasi sistem ini dapat terjadi walaupun seseorang tidak  mendengarkan atau memperhatikan musik yang sedang dijalankan. Sebagai contoh musik yang diputar saat seseorang main video game, musik yang diperdengarkan di pasar swalayan. Musik akan memacu atau merangsang sistem ini secara otomatis, walaupun seseorang tidak menyimak atau memperhatikan musik yang sedang dijalankan. Jika sistem ini diransang maka seseorang akan meningkatkan memori, daya ingat, kemampuan belajar, kemampuan matematika, analisis, logika, inteligensi dan kemampuan memilah, disamping itu juga adanya perasaan bahagia dan timbulnya keseimbangan sosial.  Sistem kognitif dan sistim bicara '' speaking system'' dalam otak mempunyai hubungan yang erat. Peransangan kedua sistem ini akan membantu seseorang berlatih bicara karena karena penyakit stroke. Menurut DR. Sidurenko, terapi musik dapat mengurangi kejadian epilepsi sampai 75% pada penderita epilepsi berat, dengan jalan melemaskan saraf otot pada awal kejadian serangan epilepsi. Sedangkan pada penderita nyeri kepala (''tension headaches''), dengan terapi musik, angka keberhasilan mencapai 80%.

   1. Sistem otak yang mengatur aktivasi dan kontrol kerja otot.

 Dengan terapi musik, menurut Dr.Sacks; dapat membantu penderita Parkinsons dalam proses penyembuhan… Begitu juga mereka yang mengalami gangguan pendengaran, akan mengurangi gangguan motorik dan sistem keseimbangan. Dan menurut saya (penulis), terdapat rahasia besar dalam '' MUSIK'' (inner and outer power of the music) yang belum terungkap, hubungan musik antar sistem dalam tubuh manusia dan hubungan musik dengan sesama manusia.Ekologi musik adalah semua hal yang berhubungan dengan musik, pengarang lagu(composer), penyanyi, pemusik, pendengar, sistem saraf, sistem tubuh dan semua lingkungan musikus adalah merupakan wilayah ekologi musik.

Fisik musik adalah semua hal yang berhubungan dengan produksi suatu musik, teknologi, instrumen, mesin produksi atau semua alat atau instrumen yang menghasilkan musik. Sedangkan Fisik akustik tidak termasuk dalam Fisik musik, namun merupakan bagian yang mentransfer ke subuah musik. Fisiologi musik adalah semua struktur suara musik pada level pikiran dan pendengaran artis.

 

PENYEMBUHAN SECARA HOLISTIK.

            Dalam pengobatan pasien haruslah diperhatikan pasien secarah utuh, sebagai manusia, harus memperhatikan semua sistem dalam tubuh, serta hubungannya dengan lingkungan, semua faktor risiko diperhatikan dan dimodifikasi, faktor pencetus dihindari, sehingga pasien betul-betul sembuh secara sepurna.

 

TERAPI MUSIK

Musik menurunkan tekanan darah.

            Tekanan darah ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya; jantung, denyut jantung, volume darah, sistem saraf, sistem hormon, sistem metabolik, pikiran atau stress, Di Amerika hampir 70% mereka yang menderita hipertensi tidak terkontrol tekanan darahnya, pemberian obat-obatan, olah raga, diet rendah garam, olah raga secara teratur, ternyata masih belum mampu mengontrol tekanan darah. Terapi musik yang saat ini mulai dikembangkan kembali,  ternyata hasil survey menunjukkan dapat menurunkan tekanan darah. Baru-baru ini yaitu pada tanggal 13 mei 2006, The Swedish Royal College of Music membuat suatu '' seminar internasional'' ,  Music and Health.di Stockholm, Swedia.

Salah satu kesimpulan menyatakan bahwa musik mempunyai pengaruh sangat kuat bagi kesehatan, dimana musik dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan dalam kehidupan manusia,untuk selamanya. Aktifitas musik akan mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif, dia akan mempengaruhi sistem immun, sistem saraf, sistem endokrin, sistem pernafasan, sistem metabolik, sistem kardiovaskuler dan beberapa sistem lainnya dalam tubuh. Sekarang beberapa penelitian menyatakan bahwa musik dapat dipakai untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti. Imsomnia, Stress,  rasa nyeri, hipertensi, obesitas, parkinson, epilepsi, kelumpuhan, aritmia, kangker, mengurangi rasa nyeri saat melahirkan, rasa nyeri setelah pemberian obat kangker (sitostatika).  . Dari suatu penelitian menyatakan bahwa pasien dalam keadaan koma/tidak sadar kemudia diberi terapi musik, maka denyut jantung akan turun, tekanan darah turun, kemudian begitu musik distop, maka denyut jantung dan tekanan darah kembali naik.  Untuk penderita hipertensi maka musik dngan tempo pelan akan menurunkan tekanan darah, untuk mereka pendiam sebaiknya memakai musik high pitch  dan bagi mereka yang agresif memakai musik low pitch.

            Dengarkan musik 20-30 menit setiap hari, usahakan dalam keadaan duduk atau berbaring,  pejamkan mata,  bernapaslah yang dalam secara perlahan, akan lebih baik jika memakai ''headphones'', supaya perhatian lebih fokus dan mencegah gangguan dari suara lingkungan. 

            Bagi mereka yang sehat, maka dapat dipakai kombinasi musik, pagi hari musik dengan tempo cepat, malam hari dengan tempo lambat.
Akan tetapi terapi musik bukan mengambil alih peran pengobatan medis akan tetapi akan sangat membantu dalam proses penyembuhan beberapa jenis penyakit. Silakan coba...!

Sambil dengerin musik : Uang mengaliiir..asik kan..!!  .Klik aja disini

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 20:11