Home Diet Risiko Nikmatnya Berbuka Puasa
Risiko Nikmatnya Berbuka Puasa PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 16 September 2008 05:45

Risiko Nikmatnya Berbuka Puasa


makanenaka.jpgBagi kebanyakan orang, menu atau sajian berbuka puasa tentu dibuat lebih istimewa dibanding diluar Ramadhan. Minuman dan makanan yang dihidangkan pun beraneka ragam.
Untuk minuman dan es kelapa, es cendol atau es campur. Makanan pokoknya dari ayam goreng, gulai kambing, sop buntut, kakap goreng, sayur, lalapan dan sambal terasi, karedok dan sebagainya. Wow.. pokoknya sedap! Setelah Salat Tarawih biasanya jajan bakso atau rujak, ini betul betul maknyoops!



Rasulullah SAW bersabda. "Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Allah SWT." (HR Bukhari Muslim).
Begitu senangnya ketika saat berbuka puasa, kadang kita lupa diri. Semua makanan kita habisi. Alhasil, ketika masuk saat Salat Isya dan Tarawih, merasa kekenyangan sehingga malas untuk salat.
Berdasarkan analisa dan survei para ahli, puasa mempunyai banyak manfaat buat kesehatan kita. Bahkan di beberapa negara maju, puasa merupakan salah satu cara yang dipakai untuk pengobatan penyakit degenerative (penyakit jantung, stroke, kanker dan sebagainya).

Jangan berlebihan
Makan-makanan yang lezat, enak dan gurih, boleh-boleh saja. Tapi, jika berlebihan akan mengganggu kesehatan. Rasulullah pun pernah mengingatkan untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan.
Hasil penelitian menunjukkan, puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (kolesterol baik) 25 point dan menurunkan lemak trigliserid sekitar 20 point. Lemak trigliserid merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang merusak kesehatan.
Untuk meningkatkan manfaat kesehatan puasa dalam mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung, maka dalam menu sahur dan buka puasa harus dikurangi  makanan berkadar lemak dan kolesterol tinggi, seperti daging merah (daging sapi, kambing, kerbau dan lainnya).
Daging putih, seperti daging ayam dan kelinci, boleh dikonsumsi dalam jumlah sedang. Daging ayam hendaknya dibuang lemaknya dengan cara mengukusnya terlebih dahulu. Setelah itu, baru dibumbui dan diolah jadi makanan yang diinginkan. Jangan mengkonsumsi kulit ayam, karena kadar lemak dan kolesterolnya tinggi.
Lauk yang perlu banyak dikonsumsi adalah ikan, terutama ikan laut. Sebab ikan laut ternyata kaya protein, omega-3 dan omega-6, mineral dan vitamin yang akan membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dengan mengontrol dan memilih makanan yang baik, sehat dan tidak berlebihan, maka risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah dibalik nikmatnya berbuka puasa dapat dihindari. Yang lebih penting lagi, kenikmatan berjumpa dengan Allah SWT lewat salat wajib (lima waktu) dan salat Tarawih di bulan Ramadhan jadi kenyataan. Semoga…!

Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP/ Dialog/September 2008


Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 20:00
 

MALALARADIO 105.2 FM