Home Berita Umum Obat Penurun Berat Badan dapat Digunakan untuk Aterosklerosis ?
Obat Penurun Berat Badan dapat Digunakan untuk Aterosklerosis ? PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 11 Agustus 2008 01:10

Rimonabant dapat mengurangi faktor risiko kardiovaskuler tapi tidak mengurangi progresi diantara pasien obesitas. OBESITAS berhubungan dengan konstelasi faktor risiko untuk arterosklerosis, lalu apakah dengan minum obat untuk obesitas dapat memperlambat progresi penyakit kardiovaskuler?

 

Untuk menguji apakah penurunan berat badan dan manfaat obat anti obesitas rimonabant, penghambat reseptor cannabinoid tipe 1 (CB1) dapat efektif terhadap aterosklerosis, dilakukan penyelidikan yang disebut  Strategy to Reduce Atherosclerosis Development Involving Administration of Rimonabant-The Intravaskular Ultrasound Study (STRADIVARIUS), suatu studi prospektif pada 839 orang dewasa dengan obesitas pada bagian perut dan penyakit arteri koroner yang berlangsung di 112 pusat penelitian di Amerika Utara, dan Eropa serta Australia. Ternyata hasilnya rimonabant menurunkan beberapa faktor resiko kardiovaskuler tapi tidak menurunkan progresivitas penyakit diantara pasien obesitas dalam penelitian tersebut.

Dari sebanyak pasien itu (65% pria dengan usia rata-rata, 58 tahun; dengan ukuran pinggang rata-rata 46 inci) dirandom untuk menerima 20 mg rimonabant setiap hari atau plasebo selama 18 hingga 20 bulan. Intravascular ultrasound digunakan untuk mengukur tebal arteri saat awal dan juga setelah 320 dilakukan random. Dilaporkan pula tak ada perbedaan utama untuk karakteristik awal yang mereka amati pada pasien pada kedua kelompok tadi antara 676 pasien yang lengkap uji ultrasound dan 163 pasien yang melengkap hanya uji ultrasound saat awal.

Rimonabant tidak secara bermakna mengubah progresi penyakit arteri koroner menurut parameter efikasi primer yaitu perubahan dalam persen volume ateroma, yang bertambah 0,25 % pada kelompok rimonabant versus 0,51 % pada kelompok plasebo (P=0,22). Tapi obat ini memberikan efek yang baik pada parameter kedua yaitu volume total atheroma, yang berkurang 2,2 mm3 pada kelompok rimonabant dan meningkat 0,88 mm3 pada kelompok plasebo (P= 0,03).

Pasien yang mendapat rimonabant kehilangan berat badan lebih banyak dan berkurangnya lingkar pinggang dibanding dengan kelompok plasebo. Kelompok rimonabant juga menunjukkkan perbaikan hemoglobinA1c,HDL, C-reactive protein,dan kadar trigliserida.
Tak ada perbedaan yang bermakna yang nampak pada perubahan kadar LDL dan tekanan darah antara kedua kelompok atau pada titik akhir komposit kematian kardiovaskuler ,infark miokard, stroke, lamanya perawatan di rumah sakit, revaskularisasi.


Sumber : Mahdi J (Tabloid Profesi KARDIOVASKULER).

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 19 Juni 2010 10:00
 

MALALARADIO 105.2 FM