Home Berdebar Sering Berdebar dapat menyebabkan Pikun
Sering Berdebar dapat menyebabkan Pikun PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 18 September 2008 09:15
Sering Berdebar  dapat menyebabkan Pikun

027a_th.jpgHampir setiap orang pernah mengalami perasaan atau keluhan berdebar dalam hidupnya. Namun keluhan tersebut sering dianggap remeh alias dicuekin. Keluhan berdebar ternyata dapat menyebabkan seseorang sulit dalam menghapal pelajaran, sering pelupa dan lain sebagainya.
Tidak jarang kita temukan dalam masyarakat, bahwa mereka yang masih dalam usia produktif (pengusaha, direktur, manager, dosen, pejabat) sudah mengalami problem “pelupa”, bahkan bagi mereka yang masih duduk dibangku sekolahpun (pelajar, mahasiswa) sulit dalam belajar atau menghapal apa yang dipelajari, dan apabila anda sering mengalami keluhan berdebar, maka mulai sekarang perlu hati-hati, oleh karena berdasarkan penelitian di Universitas Munster, Jerman, Jika keluhan berdebar tersebut sering dirasakan atau  timbulnya perasaan berdebar timbul kadangkala serta berulangkali, dan hasil pemeriksaan dokter memang ditemukan kelainan denyut jantung yang disebut dengan atrial fibrilasi (AF), yaitu suatu keadaan dimana denyut jantung sangat tidak beraturan yang berasal dari atrium, baik yang timbulnya secara terus menerus (kronis) maupun yang timbulnya kadangkala saja (paroksismal), dapat menyebabkan “brain damage” , bukan oleh karena sroke atau gannguan pembuluh darah otak, melainkan oleh karena mikroemboli akibat lepasnya bekuan darah kecil yang berasal dari jantung. Dan hal ini tentunya akan berakibat gangguan beberapa fungsi otak, diantaranya menurunnya kemampuan daya ingat, pelupa dan sebagainya. Menurut para peneliti, yang dilansir oleh majalah kedokteran : Eropean Heart journal (Sept.2008), lebih dari 30% mereka yang mengalami gangguan irama jantung (AF), bahkan beberapa peneliti sebelumnya menyatakan hapir 60% mereka yang menderita AF akan terjadi mikroemboli di otak dengan segala konsekuensinya.Pada 122 penderita AF tanpa adanya sroke, terdapat atropi hipocampal, penurunan memori (learning and working memory) dan demensia.  Gangguan irama jantung (AF), bukan saja dapat menyebabkan stroke non hemoragik (cardiogenicstroke), akan tetapi juga dapat menyebabkan ganguan hemostasis, kerusakan endotel, gangguan platelet, yang dapat berakibat terjadinya  mikroemboli. Pemberian obat yang dapat mencegah terbentuknya bekuan darah (thrombus) pada penderita AF sangat diperlukan dan evaluasi secara terus menerus disertai pemerikasaan hemostasis, Elektrokardiografi dan Ekokadiografi akan membantu dalam memonintor penderita AF disamping pemeriksaan klinis. Sehingga apabila anda sering mengalami keluhan berdebar-debar, sebaiknya anda mencari tau lebih jauh ke dokter terdekat atau kepada dokter kelurga anda, sehingga anda terhindar alias tidak tidak jadi masuk dalam kelompok orang-orang “ PIKUN”..!!

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:36
 

MALALARADIO 105.2 FM