Home Artikel Puasa Ramadhan Menyehatkan Jantung
Puasa Ramadhan Menyehatkan Jantung PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 11 Agustus 2008 04:22

Penyakit Jantung merupakan pembunuh nomor satu dinegara maju, termasuk di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Cina, Malaysia,Thailand dan Singapura. Semua cara telah dilakukan untuk mencegah dan mengatasi agar penyakit ini dapat ditekan.  Misalnya, mengontrol faktor risiko penyakit jantung koroner, diet rendah lemak, anjuran tidak merokok, konsumsi rendah garam, olah raga secara teratur, terukur dan terencana, dan lain sebagainya. Namun hingga saat ini hasil yang dicapai masih jauh dari harapan.

Tapi, ada salah satu cara yang cukup efektif mengatasi penyakit ini, yakni berpuasa. Dan berpuasa selama bulan Ramadhan terbukti bermamfaat bagi kesehatan fisik maupun  mental.  Puasa  yang dimulai dari sekitar  pukul  04.00 WIB  sampai sekitar pukul  18.00 WIB, memberi kesempatan bagi  organ  pencernaan untuk beristirahat dan berbenah diri, memperbaiki sel-sel yang sudah rusak atau terinfeksi.

Meringankan
Selain itu,  pekerjaan jantung akan lebih ringan saat perut kosong dalam beberapa jam. Penelitian yang dilakukan oleh  Adlouni A & Ghalim N (1997), menyebutkan,  puasa selama  Ramadhan  memicu peningkatan kadar kolesterol HDL (high-density lipoprotein cholesterol/kolesterol baik)  dalam darah dan menurunkan kadar kolesterol LDL (lowdensity lipoprotein cholesterol/kolesterol jahat).  Hasil penelitian ini  dimuat dalam majalah independen Annals of Nutrition and Metabolism 41: 242-249. Sebagaimana diketahui bila kadar kolesterol HDL rendah dan kadar LDL tinggi akan berisiko terjadinya penyakit jantung.

Peneliti lain yang bernama Akanji AO, Mojiminiyi OA & Abdella N (2000) menemukan adanya penurunan kadar apoliporotein A (apo A) dalam darah, bagi mereka yang melaksanakan puasa Ramadhan.  Dimana Apo A, merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Penelitian ini dilakukan di Kuwait dan dimuat di majalah Eropa : Eur J Clin Nutr 54(6):508-513.

Beberapa  penelitian pada waktu,tempat dan etnis yang berbeda terdapat bukti adanya penurunan tekanan darah sistolik, penurunan ukuran lingkar pinggang/perut (penanda risiko penyakit jantung), penurunan kadar gula darah, penurunan kadar homosistein (merupakan faktor risiko baru penyakit jantung koroner), penurunan kecepatan denyut jantung, serta terdapat penurunan kadar norepinepri/noradrenalin bagi mereka yang menjalani puasa Ramadhan.  Semua  yang disebutkan diatas merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner  independen yang sudah disepakati dan ditetapkan.

Terlepas dari Semua hal  diatas, maka seorang muslim hendaknya  berpuasa Ramadhan jangan karena melihat mamfaat tersebut diatas, seorang Muslim berpuasa , haruslah karena ajaran dan perintah Allah semata.  Puasa diwajibkan kepada semua orang muslim yang beriman, pria maupun perempuan dewasa.  Adapun mamfaat buat kesehatan jantung merupakan sebagian kecil dari dampak puasa Ramadhan.  Kita pun harus  yakin  mamfaat tersebut  bukan tujuan akhir.  Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA (Mitra Dialog, 22 Agustus, 2009).

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 19 Juni 2010 03:56
 

MALALARADIO 105.2 FM