Home Aritnia Monitor Jantung Implan untuk Data Kardiak Real Time
Monitor Jantung Implan untuk Data Kardiak Real Time PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 16 September 2008 17:22
Monitor Jantung Implan untuk
 Data Kardiak
Real TimeHCAGDPHIZCAL0T18DCA3UOQGKCAYPG25FCAIKK0VLCA8XB93KCALHSSUHCAZBX9W7CAJTR0VJCAWVOBGWCAN9064YCA7ALJ3ZCAXDZ5DCCAKBDU9ZCA9OQT5LCAGW28I2CAGNYCFQCAI97D9BCA2T6V9N.jpg

Peneliti di Imperial College London telah mengembangkan monitor jantung untuk mendeteksi perubahan  kontraksi jantung dengan cara  ditanamkan pada tubuh pasien  (implan). Dengan demikian, kemungkinan gagal jantung dapat 'diawasi' secara kontinu oleh alat ini.


Sensor alat tersebut terbuat dari bahan silikon dan bergetar pada denyut tertentu sesuai dengan tekanan jantung. Sesekali dirumah, pasien dapat mengenakan 'pembaca' denyut (reader), yang mendeteksi getaran melalui radio dan mengubahnya kedalam  data-data dan ukuran yang mudah dibaca, hingga pasien bisa mengetahui hasil  pembacaan organ mereka. Dokter dapat mengetahui data dan ukuran tersebut dengan  cara 'dial-up' reader melaui telepon seluler atau  log in ke situs internet. Reader juga dapat diset secara otomatis untuk mengirimkan alarm ke dokter jika ternyata hasil pengukuran alat mencapai titik kritik tertentu.
Kepala peneliti, Professor Christofer Toumazou mengatakan bahwa sensor tekanan jantung dapat membantu pasien yang memiliki masalah jantung kronik  dan secara revulosioner mengubah cara monitoring jantung." Hanya dengan sentuhan beberapa tombol, dokter dapat mengetahui riwayat jantung  pasien dan menentukan trend tekanan untuk mengelola kondisi pasien agar lebih baik dan mencegah progresi gagal jantung," ujarnya.

Sir Magdi Yacoub, Profesor bidang bedah kardiotorak di Imperial College London, menambahkan bahwa alat tersebut merupakan perkembangan teknologi yang paling menarik selama 20 tahun terakhir. Alat sensor akan memberikan dampak besar dalam manajemen pasien jantung dan membantu dokter memaksimalkan keuntungan bagi pasiennya.


Sumber : Majalah Farmacia. Agustus, 2008.



Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 19:49
 

MALALARADIO 105.2 FM