Home Anemia Penyakit Jantung Anemi
Penyakit Jantung Anemi PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Selasa, 31 Maret 2009 00:16

Penyakit Jantung Anemidarah.jpg

Apakah yang dimaksud dengan Anemi
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin atau kadar hematokrit dibawah batas normal. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen keseluruh tubuh. Anemi ada yang berlangsung sementara namun dapat mengganggu kesehatan bahkan dapat

[Inserts a new table]

menyebabkan masalah yang serius. Orang dengan anemi ringan biasanya tampa adanya gejala atau gejala ringan. Mereka dengan anemi berat mungkin  mengalami masalah dalam menjalankan aktifitas rutin dan dapat merasa lelah atau sesak napas saat aktifitas.

Berapa banyak penderita  jantung yang mengalami anemi .. ?

Hasil penelitian menunjukka bahwa pada mereka yang menderita penyakit jantung  terdapat sekitar 17  - 48% menderita anemi.  Penelitian lain menemukan terdapat sekitar 43% mereka yang serangan jantung menderita anemi.

Apa penyebab anemi pada penderita Jantung ?

Anemi terjadi apabila kadar Hb lebih rendah dari batas normal, hal ini mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen, sehingga jantung harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan oksigen yang berakibat akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan bagi mereka yang sudah menderita penyakit jantung, anemi  akan memperburuk kondisi jantung.

Apa pengaruh anemi bagi  penderita jantung  ?

Anemi dapat menyebabkan nyeri dada berat, karena sebagian otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Kekurangan oksigen tersebut akan membuat jantung bekerja keras yang barang tentu akan terjadi penebalan otot jantung yang disebut Hipertropi ventrikel kiri (LVH), dan LVH ini akan memperburuk penyakit jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung. Berdasarkan penelitian, mereka yang mendrita  anemi yang sebelumnya tidak mempunyai penyakit jantung,  41% lebih banyak  dibanding bukan anemi  mengalami serangan jantung, kematian karena penyakit jantung selama periode 6 tahun. Anemi akan meningkatkan penyumbatan pembuluh darah leher yang meningkatkan risiko stroke, Anemi juga meningkatkan angka kematian gagal jantung, angka kematian penderita yang pernah mengalami serangan jantung.  Angka kematian juga tinggi pada penderita anemi yang juga mengalami gagal ginjal atau diabetes. Penanganan  anemi merupakan suatu tindakan penyelamat nyawa (life saving) pada kondisi  tertentu. Namun mengatasi anemi juga tidak ada jaminan akan dapat memperpanjang usia.

 

Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa saya Anemi ?

Cara yang terbaik adalah mendiskusika hasil pemeriksaan hemoglobin, hitung jenis  dan hematokrit anda kepada dokter. Umumnya gejala baru timbulk pada anemi sedang dan berat diantaranya, lelah, capei, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, sakit kepala, nyeri dada, sesak napas, denyut jantung cepat, sehingga diperlukan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur sehingga ada tidaknya anemi dapat diketahui lebih dini.

Apa obat yang dapat membantu saya.

Obat yang dapat dipakai diantaranya adalah : vitamin, zat besi, dan mencegah terjadinya perdarahan. Sebagian pasien (gagal ginjal), pemberian eritropoitin dapat bermamfaat dimana eritropoitin ini dapat merangsang pembentukan sel darah merah.

(Normal hemoglobin >12 g/dL wanita, >13 g/dL pria; normal hematocrit >36% wanita, >39% pria.)

 

Daftar kepustakaan.

1.      National Anemia Action Council. Anemia: A Hidden Epidemic. Los Angeles, CA: HealthVizion Communications, Inc; 2002.

2.      Wu WC, et al. N Engl J Med. 2001;345:1230-1236.

3.      Ezekowitz JA, et al. Circulation. 2003;107:223-225.

4.      Kosiborod M, et al. Am J Med. 2003;114:112-119.

5.      Sarnak MJ, et al. J Am Coll Cardiol. 2002;40:27-33.

6.      Irace C, et al. Coron Artery Dis. 2003;14:279-284.

7.      Ezekowitz JA, et al. Circulation. 2003;107:223-225.

8.      Mozaffarian D, et al. J Am Coll Cardiol. 2003;41:1933-1939.

9.      Collins A, et al. Adv Stud Med. 2003;3(3C);S14-S17.

10.  Silverberg DS, et al. J Am Coll Cardiol. 2001;37:1775-1780.

11.  Mancini DM, et al. Circulation. 2003;107:294-299.

 

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 20:13
 

MALALARADIO 105.2 FM